Anggun Debut Akting Lewat Film Para Perasuk di Umur 51 Tahun: Usia Bukan Alasan Berhenti Belajar

7 hours ago 7

Jadi intinya...

  • Anggun C. Sasmi debut akting di film 'Para Perasuk' pada usia 51 tahun, karya sutradara Wregas Bhanuteja.
  • Ia memerankan Guru Asri, sosok tegas yang menciptakan 20 mantra roh binatang tanpa naskah, menghadapi tekanan batin saat syuting.
  • Debut ini menjadi pesan Anggun bahwa usia bukan halangan untuk terus belajar dan berkarya, penting bagi karier dan perfilman Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Penyanyi Anggun C Sasmi debut akting di industri film Indonesia lewat Para Perasuk karya sineas Wregas Bhanuteja. Debut di usia 51 tahun, Anggun menyebut tak ada kata terlambat untuk belajar dan berkarya. Bahkan, pelantun “Tua-Tua Keladi” dan “Snow on the Sahara” juga telah menyelesaikan syuting serial Reacher season 4 bersama Agnez Mo. Serial ini segera tayang di Amazon Prime. Lewat gebrakan di dunia akting, Anggun mengirim pesan kepada perempuan Indonesia, usia semestinya tak dijadikan alasan untuk berhenti belajar.

“Aku sangat menjunjung tinggi pengalaman. Dalam hidup, usia enggak boleh jadi alasan karena kalau kita setiap kali bilang: Ah, enggak mau, kan gue sudah tua,” kata Anggun kepada Showbiz Liputan6.com di Jakarta Pusat, belum lama ini. Malas belajar adalah kuno.

“Ini kayaknya mentalitas zaman dulu banget. Dengan usia yang semakin banyak, kita makin punya wisdom, malah akan makin tahu kita bisa apa dan yang enggak bisa apa. Yang kita enggak bisa itu apakah bisa dipelajari?” pemilik album Chrysalis dan Elevation menyambung.

Dalam Para Perasuk, Anggun beradu akting dengan seniman yang lebih muda seperti Maudy Ayunda, Angga Yunanda, Bryan Domani, hingga Chicco Kurniawan, peraih Piala Citra Pemeran Utama Pria Terbaik. Kesimpulannya, belajar dari awal di usia kepala lima sangat menyenangkan. Terang-terangan, di medsos, Anggun menyebut rekan kerjanya sangat hebat, manusiawi, sopan, dan baik hati.

Tak Boleh Berhenti Belajar

Dalam Para Perasuk yang tayang di bioskop mulai 23 April 2026, Anggun sebagai guru Asri. Ia memimpin pesta sambetan di Desa Latas. Tugasnya membaca mantra untuk membuka alam halusinasi bagi para warga yang kerasukan roh hewan.

Debut lewat Para Perasuk adalah proses belajar tak terlupakan bagi Anggun. “Mungkin, yang ingin aku garis bawahi di sini adalah belajar. Kita sebenarnya enggak boleh berhenti belajar,” Anggun berbagi pendapat.

Jangan Berhenti, Jangan Mati

“Jadi, usia itu bukan satu alasan berhenti belajar. Butuh kemampuan belajar sesuatu yang baru. Ini yang membuat aku selalu ingin kasih tahu ke banyak orang, jangan mau berhenti dan jangan mau mati (kreativitas),” imbuhnya.

Para Perasuk melenggang ke Festival Film Sundance 2026 dengan judul internasional: Levitating. Dengan kualitas tak main-main, Anggun menilai sudah saatnya karya orang Indonesia dilihat dan diapresiasi masyarakat dunia.

Ada Dua Orang Indonesia

Lewat film Para Perasuk dan serial Reacher season 4, Anggun hendak memberi tahu bahwa seniman Indonesia layak diberi tempat dalam industri seni tingkat dunia. Kualitas seniman Indonesia pun bisa diadu dengan pekerja seni dari negara lain.

“Ada dua orang Indonesia di situ (Reacher season 4), aku dan Agnez. Ini sudah saatnya kita dilirik dan enggak cuma dilirik, kita diajak main, dikasih tempat, dikasih kursi. Buat aku, kita sekarang sudah enggak boleh malu-malu lagi,” Anggun menyemangati.

PergiKuliner Festival Pedas Manis Viral 2026 Digelar di Tangerang, Sajikan Kuliner dan Hiburan Seru

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |