Rusia Blokir Telegram, Operasi Militer di Ukraina Jadi Terganggu

1 month ago 44

Liputan6.com, Jakarta - Pekan lalu Rusia baru saja memblokir massal sejumlah aplikasi Barat. Langkah ini diambil untuk mendorong pengguna domestik menggunakan Max, aplikasi punya negara yang diketahui tidak memiliki sistem enkripsi.

Salah satu aplikasi yang turut dibatasi adalah Telegram, yang dikenal sebagai pesaing WhatsApp. Namun, kebijakan ini memicu gelombang kritik internal dari kalangan tentara dan blogger pro-perang.

Mereka menyayangkan pembatasan tersebut karena Angkatan Darat Rusia sangat bergantung pada layanan perpesanan berbasis cloud tersebut untuk mendukung komunikasi. Demikian sebagaimana dikutip dari Engadget, Jumat (20/2/2026)

Menurut laporan Bloomberg, sejumlah aluran militer Pro-Rusia mengeluhkan pemutusan akses Telegram yang secara tiba-tiba serta ditambah dengan kebijakan Elon Musk yang memutus akses Rusia ke Starlink pada awal bulan ini, dinilai menimbulkan kerugian bagi operasi di garis depan.

Selain menjadi aplikasi perpesanan pilihan jutaan warga sipil Rusia, tentara juga menggunakan Telegram untuk berkoordinasi langsung di medan perang.

Pekan lalu, pemerintah Rusia menyatakan pembatasan penggunaan Telegram dilakukan karena dinilai melanggar hukum nasional. Dan keputusan tersebut diambil untuk “perlindungan warga negara Rusia.”

Pemblokiran Telegram Dinilai Tak Sah

Pemblokiran Telegram di Rusia dinilai tidak sah. Hal ini diungkapkan seorang diplomat senior Eropa yang menyatakan bahwa pukulan ganda akibat ketidaktersediaan Telegram secara tiba-tiba serta langkah SpaceX memblokir terminal Starlink bagi pihak Rusia di Ukraina awal bulan ini, membawa dampak signifikan.

Cakupan satelit Starlink dinilai sangat penting untuk mengkoordinasikan serangan drone militer Rusia. Namun, dalam beberapa pekan terakhir frekuensi serangan tersebut mengalami gangguan, sehingga memberikan keuntungan bagi pasukan Ukraina.

Dampak jangka panjang dari perkembangan ini terhadap jalannya konflik masih belum dapat dipastikan. Namun, seorang operator drone Ukraina, Giovanni mengatakan kepada BBC bahwa tentara Rusia telah kehilangan “kemampuan mereka untuk mengendalikan lapangan” setelah pemadaman Starlink.

“Saya pikir mereka kehilangan 50% dari kapasitas mereka untuk menyerang,” ujarnya.

“Itulah yang ditunjukkan oleh angka-angka. Lebih sedikit serangan, lebih sedikit drone musuh, dan lebih sedikit segalanya,” ucapnya menambahkan.

Rusia Blokir WhatsApp, 100 Juta Pengguna Kehilangan Akses

Sebelumnya, Rusia memblokir WhatsApp. Keputusan ini berdampak pada sekitar 100 juta pengguna di negara tersebut. Laporan Finacial Times menyebutkan, pemblokiran dilakukan setelah peringatan dari sejumlah anggota parlemen Rusia sejak tahun lalu.

Dengan kebijakan ini, otoritas Rusia secara efektif menghapus WhatsApp dari internet Rusia.

WhatsApp diblokir kabarnya menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mendorong masyarakat beralih ke aplikasi pesan bernama Max. Kabarnya, aplikasi ini merupakan klon WeChat dan tidak menggunakan sistem enrkipsi end-to-end seperti WhatsApp.

Mengutip Engadget, Jumat (13/2/2026), Meta menilai kebijakan tersebut sebagai upaya untuk mengarahkan pengguna ke aplikasi milik negara, dan dikhawatirkan dapat digunakan untuk mengawasi para penggunanya.

"Hari ini pemerintah Rusia telah berusaha untuk sepenuhnya memblokir WhatsApp dalam upaya untuk mengarahkan pengguna ke aplikasi pengawasan milik negara," ungkap Meta dalam sebuah pernyataan.

Meta menegaskan, keputusan tersebut sebagai langkah mundur yang berpotensi mengurangi keamanan lebih dari 100 juta pengguna di Rusia.

"Mencoba mengisolasi lebih dari 100 juta orang dari komunikasi pribadi dan aman adalah langkah mundur dan hanya dapat menyebabkan kurang keamanan bagi orang-orang di Rusia,” tutur Meta.

Pemblokiran WhatsApp menambah panjang daftar pembatasan layanan digital asing di Rusia. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah setempat memang memperketat kontrol terhadap platform global dengan alasan kedaulatan digital dan keamanan nasional.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |