391 Jemaah Haji Kloter Pertama Berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta

7 hours ago 11

loading...

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melepas keberangkatan perdana jemaah haji kloter pertama asal Embarkasi Jakarta-Pondok Gede di Asrama Haji Jakarta, Selasa malam (21/4/2026). Foto/Ist

JAKARTA - Pemberangkatan perdana jemaah haji Indonesia 2026 resmi dimulai dengan dilepasnya kloter pertama asal Embarkasi Jakarta-Pondok Gede di Asrama Haji Kelas I Jakarta, pada Selasa malam (21/4/2026). Sebanyak 391 jemaah asal Jakarta Timur yang tergabung dalam kloter JKG-01 tersebut sebelumnya telah menjalani prosedur awal memasuki asrama haji dan secara bertahap diberangkatkan menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf yang hadir langsung dalam pelepasan tersebut menyampaikan bahwa keberangkatan kloter pertama ini menjadi penanda dimulainya operasional penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.

Baca juga: Kloter Pertama Jemaah Haji Mendarat di Madinah 22 April via Fast Track

“Hari ini kita menyaksikan bahwa kloter pertama jemaah haji Indonesia telah memasuki asrama dan siap diberangkatkan. Ini menjadi awal dari rangkaian panjang pelayanan haji tahun ini yang harus kita jaga bersama kualitasnya,” ujar Menhaj.

Dia menegaskan bahwa pemerintah memastikan seluruh jemaah yang diberangkatkan telah memenuhi persyaratan administrasi, terutama kepemilikan visa haji resmi.

“Kami tegaskan, hanya jemaah yang memiliki visa haji yang akan diberangkatkan. Ini penting untuk menghindari penolakan di Arab Saudi dan memastikan jemaah dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” tegasnya.

Baca juga: Lindungi Jemaah, Satgas Haji Kemenhaj-Polri Berantas Praktik Ilegal di Daerah

Menhaj juga menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi, termasuk skema jemaah cadangan untuk mengantisipasi kursi kosong akibat pembatalan.

“Kita sudah siapkan mekanisme pengganti atau jemaah cadangan untuk mengisi kursi kosong, baik karena faktor kesehatan, pembatalan, maupun kondisi darurat lainnya. Ini bagian dari upaya kita menjaga optimalisasi kuota,” jelasnya.

Read Entire Article
Dunia Televisi| Teknologi |